Teknologi Untuk Pertanian Hidroponik Dengan Smart Vertical Agriculture

“Indonesia merupakan negara pertanian”. istilah tersebut sepertinya perlu di kaji kembali, karena fokus pertanian yang hanya tertuju pada beberapa komoditi saja seperti beras, singkong. namun untuk beberapa komoditi masih sangat kurang, seperti sayuran, Dari data tersebut terlihat presentasi tanaman sayuran konsumsi serpeti kangkung, bayam, selada dan sayuran hijau lainnya masih tergolong sangat rendah. Salah satu teknik yang dapat di kembangkan untuk mendongkrak produksi sayuran adalah dengan mengikutsertakan masyarakat perkotaan untuk meningkatkan produktivitas sayuran dengan menerapkan urban agriculture melalui teknik hidroponik. Smart Vertical Agriculture

Keunggulan pertanian hidroponik seperti hasil tanaman yang bersih, kebutuhan air yang minim, bebas terhadap hama dan bebas dari tanaman penganggu. menjadikan tanam hidroponik tanaman yang memiliki kualitas unggul, akan tetapi untuk menanam tanaman hidroponik, di perlukan keahlian dan waktu untuk memonitor tanaman agar dapat berkembang dengan baik,

untuk itu mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bandar Lampung, Mengembangkan konsep SVA atau smart vertical agriculture, Smart Vertical Agriculture System merupakan pengembangan teknologi modern pada sistem vertical garden agricultur dimana kontrol parameter pada tanaman di lakukan oleh perangkat sensor serta penggunaan aktuator untuk mengatur perlakuan pada system tersebut, sehingga meminimalisir peranan manusia sehingga dapat mengurangi tenaga kerja dan otomatisasi kerja.

Sistem akan menggunakan sensor yang mengidentifikasi suhu, nutrisi serta kadar ph dalam air, mengirimkan data ke dalam server data berupa nilai dari masing masing yang di dapatkan sensor, server akan menerima data yang kemungkinan akan sangat beragam, dan kompleksitas akan semakin meningkat, seiring dengan bertambah nya istalasi Perangkat hidroponik, selain itu data yang terpusat dan semakin bertambah besar.

Sistem ini bekerja pada standar dan aturan media tanam yang sesuai untuk sebuah tanaman, namun setiap tanaman memiliki standar kebutuhan yang berbeda beda, sehingga sistem akan bertindak sebagai agen yang akan beradaptasi setiap tanaman yang di temui untuk di kelola, tak hanya  di  batasi  satu  jenis  tanaman,  akan  tetapi  untuk  beberapa jenis  tanaman  yang memiliki karakteristik yang berbeda beda, agen diharapkan dapat menentukan tanaman apa saya yang akan di kelola pada media hidroponik dimana dia berada, karena kebutuhan setiap tanaman akan sangat beragam, baik dari segi kebutuhan suhu, nutrisi maupun kadar keasaman/basa pada air, agen di harapkan dapat mengatur stabilitas kandungan air sehingga tanaman akan dapat berkembang dengan baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *